Oleh: Raka | April 10, 2008

Badminton Bodor Bersama (BBB)

Olahraga itu bikin sehat loh…

Bener gak siy? Bener, kecuali buat David (hahaha, sorry gw sebut nama lo di sini Ming!)

Tadi pagi (tepatnya pukul 8), 6 insan IF05 campuran K1 & K2 (penulis, David, Gafur, Diaz, Inay, & Syva) mencoba untuk unjuk kelihaian “menangkis bulu” di GOR Cisitu. Dengan kemampuan seadanya (ada kok dateng, hajar aja) dan percaya diri tinggi (percaya Tuhan kan menolong diri hamba-Nya yang berusaha), maka dimulailah pertandingan bergengsi ini dengan diiringi riuhnya tepuk tangan supporter (bo’ong dink ;p). Pertandingan panjang nan melelahkan ini secara garis besar dapat dibagi menjadi 6 partai…

Partai pertama (David-Inay Vs. Raka-Syva): Partai ganda campuran pembuka ini adalah partai paling melelahkan (sumpah, ternyata ketawa terus-terusan selama 2 set itu cape’ banget!). Partai ini berlangsung cukup imbang, kedua belah pihak ngotot mau menang (ya iyalah, masa’ ngotot rebutan kalah?). Ritual lempar jumroh dengan net sebagai sasarannya berlangsung alot sepanjang pertandingan. Selain itu beberapa kali terjadi insiden penyerangan sepihak yang dilakukan oleh oknum Inay dengan korban partnernya sendiri, oknum David. Insiden penyerangan ini dilakukan secara berkala (lo sengaja ya Nay? Haha…) dengan jumlah penyerangan mengenai sasaran sebanyak (kurang-lebih) 3 kali dan tak terhitung penyerangan yang luput. Kejadian ini memancing ledaknya tawa di kubu Raka-Syva, dan saat ini Komisi Pengawas Pertandingan Badminton Bodor (KPPBB) sedang mengadakan penyelidikan lebih lanjut karena adanya kecurigaan bahwa hal ini merupakan salah satu usaha kubu David-Inay untuk menyabotase pertandingan dengan membuat lawan kebelet pipis. Alhasil partai ini ditutup dengan skor (klo gak salah) imbang, 1-1.

Partai kedua (Diaz-Gafur): Partai ini berjalan tanpa pengawasan seksama oleh penulis dikarenakan partai ini berlangsung bersamaan dengan partai pertama. Namun dapat dipastikan bahwa partai ini berlangsung seru mengingat kedua pemain telah cukup dikenal dengan kepiawaiannya dalam mengayunkan raket.

Partai ketiga (Inay-Syva): Partai ini juga berjalan tanpa pengawasan seksama oleh penulis dikarenakan partai ini berlangsung bersamaan dengan partai ganda putra. Namun menurut pengakuan saudara (eh, saudari) Syva, serangan sengit dari saudari Inay adalah suatu hal yang mustahil untuk dapat dibendung olehnya mengingat saudari Syva sebenarnya telah gantung raket semenjak menjuarai Home Tournament pada awal Januari 2007.

Partai keempat (Diaz-Raka Vs. David-Gafur): Partai ini berlangsung cukup imbang, mengingat masing-masing kubu diperkuat oleh seorang master badminton (Diaz di sudut merah dan Gafur di sudut biru) dan diperlemah oleh seorang yang bercita-cita menjadi master badminton (Raka di sudut merah) dan seorang master badminton yang kurang berlatih (David di sudut biru). Sepanjang partai, service over adalah hal yang biasa mengingat kesaktian kedua kubu dalam memberi perlawanan sengit (sejujurnya siy ini service over gara-gara unforced error :D ). Partai ini berlangsung dengan pace yang cukup tinggi serta positioning kok yang penuh perhitungan sehingga memacu adrenalin siapa saja yang menyaksikan partai ini (sayangnya gak ada siapa-siapa tuh). Di akhir partai, ternyata dewi fortuna berpihak kepada sudut merah sehingga pasangan Diaz-Raka berhasil memenangi partai keempat ini.

Partai kelima (David-Raka (sial…) Vs. Diaz-Gafur): Di awal partai, saudara Raka sempat berpikiran untuk mundur akibat kecilnya peluang menang. Namun saudara David dengan diplomatisnya mampu membangkitkan semangat juang saudara Raka. Tidak banyak yang dapat disampaikan dari partai ini selain kekonyolan, kebodoran, ketololan, kebodohan, kegilaan, serta hoki berlebih pasangan David-Raka yang dengan ajaibnya mampu membawa pasangan ini ke gerbang kemenangan (unbelievable).

Partai keenam (Gafur-Raka Vs. Diaz-David): Sama seperti partai keempat, partai ini juga berlangsung imbang. Namun setelah beberapa kali terjadi pertikaian di kubu Diaz-David (akibat penyerangan oknum Diaz terhadap (lagi-lagi) oknum David), dengan berat hati pasangan Diaz-David harus rela bertekuk lutut di hadapan pasangan Gafur-Raka.

Kesimpulan: Olahraga itu sehat, tertawa itu sehat, tapi olahraga sambil tertawa itu bikin sakit perut (gw bukti hidupnya).

Saran: Ayo, laen kali lebih rame lagi yang maen!

10 April 2008


Tanggapan

  1. Rame? Ngajak aje kagak… ngajak” nape, cuy… Eh, pijahat dago nyok ntar malem! Gmana? ;)

  2. ahahaha… harusnya gw ikut yah..

  3. hai
    ini inay yang diceritain di postingan ini
    hehe

    salam kenal

    *wakakakaak

  4. bangke !!! hoki loe…

    bisanya maen ganda doank….

    justru yang lebih pantas disebut sebagai tukang sabotase adalah sang penulis sendiri….

    dasar tukang lawak……

    wkwkwk

  5. hohoho, hoki itu kan salah satu skill juga vid

    gw kan tiap kali level up selalu naekin hoki

    wkwkwk ;D

    nanti lah, kapan-kapan gw bantai 1 on 1 ya (^o^)


Beri tanggapan

Your response:

Kategori